Krisis Berlanjut, Produsen Mobil Jerman Volkswagen Akan Pangkas 50 Ribu Pegawainya

Krisis Berlanjut, Produsen Mobil Jerman Volkswagen Akan Pangkas 50 Ribu Pegawainya

Atau bagaimana pemangkasan tersebut akan didistribusikan di merek dan wilayah operasinya. Rencananya perusahaan otomotif berusia 89 tahun itu akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Keterangan yang tercatat menyebut Kami bertanggung jawab atas seluruh tenaga kerja kami, para mitra kami, dan pekerjaan industri di seluruh dunia," ujar Oliver Blume, CEO Volkswagen Group, sebagaimana dikutip dalam pernyataan tersebut. Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!

Data lain dalam laporan menunjukkan Dikutip dari pada Sabtu (5/9), Dewan Pengawas Grup Volkswagen dengan suara bulat menyetujui Rencana Masa Depan 2030 Dewan Eksekutif. Rencana itu mencakup "penyesuaian tenaga kerja di seluruh grup secara global sekitar 50 ribu posisi”. Hingga 2035, Volkswagen Group akan merampingkan sekitar 50 persen portofolio modelnya. Serta mengurangi kompleksitas penawarannya sekitar 75 persen," demikian pernyataan VW yang dikutip . Krisis yang ada di tubuh VW memang terbaca kencang sejak dua tahun terakhir.

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Pabrik Volkswagen di Osnabrück, Jerman (Financial Times) Produsen mobil legendaris Jerman Volkswagen (VW) bakal melakukan efisiensi secepatnya. Perusahaan tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai waktu pelaksanaan pemangkasan pekerjaan. Ini merupakan sinyal kuat bagi masa depan Volkswagen Group. Usai melakukan PHK, VW juga melakukan pengurangan kapasitas produksi di Jerman. Tekanan terhadap VW memang datang dari berbagai arah.

Parameter terbesar yaitu keputusan VW menutup fasilitas produksi ikonik mereka di Dresden, Jerman pada Desember 2025. Penutupan itu yang menjadi langkah mundur pabrik pertama di dalam negeri sepanjang 88 tahun sejarah perusahaan tersebut. Sebelum penutupan pabrik, pada 2024 VW dengan dewan pekerja dan serikat buruh menyepakati rencana pemutusan hubungan kerja terhadap 35 ribu karyawan. Tarif impor kendaraan di Amerika Serikat, diperkirakan membebani perusahaan hingga sekitar EUR 5 miliar per tahun. Di saat bersamaan, margin keuntungan kendaraan listrik terus tertekan, sementara persaingan di pasar Tiongkok semakin sengit akibat dominasi produsen lokal yang menawarkan produk lebih kompetitif. Jangan sampai ketinggalan berita hari ini! Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol! Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah! Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi