TUBAN — Proyek pengaspalan jalan raya yang menghubungkan kawasan Babat hingga Tuban kini menjadi sorotan pengguna jalan. Pengerjaan proyek yang dilaksanakan oleh PT Cahaya Indah <a href="https://beritajagat.com/arena-diduga-jadi-tempat-sabung-ayam-dan-dadu-masyarakat-tunggu-ketegasan-penegak-hukum/”>tersebut diduga kuat tidak melengkapi area kerja dengan minimnya rambu-rambu lalu lintas yang memadai serta minimnya petugas pengatur jalan(klebet)
Berdasarkan pantauan dan laporan dari sejuta pengguna jalan yang melintas di jalur nasional tersebut, minimnya Rambu rambu di lokasi pengerjaan dinilai sangat membahayakan keselamatan pengandara, terutama rambu peringatan di awal tidak ada dan pengaturan jalan (klebet) adanya di pengaspalan sedangkan pengatur jalan (klebet) ketika material bongkar tidak ada.
Salah seorang pengendara yang kerap melintasi jalur tersebut mengeluhkan ketiadaan tanda peringatan awal di sekitar lokasi pengerjaan proyek.
“Pengaspalan jalan ini bagus, tapi pengerjaannya terkesan asal-asalan soal keselamatan. Belum adanya rambu peringatan dari jarak aman, dan petugas klebet yang cuma ada di bagian pengaspalan sedangkan tempat material bongkar belum ada . Ini sangat rawan bikin kecelakaan, apalagi kalau malam hari jalannya minim penerangan,” ujar salah satu pengguna jalan.
Kurang nya petugas pengatur jalan (klebet) membuat arus kendaraan dari kedua arah sering mengalami kemacetan parah hingga mencapai 1-2 KM dan situasi saling serobot yang berisiko memicu kecelakaan lalu lintas.
Saat di konfirmasi Melalui telvon WA pihak yang bersangkutan menjawab ada rambu rambu lalu lintas dan pengaturan jalan (Klebet) ” ada mas rambu rambu lalu lintas dan pengaturan jalan (klebet) di barat dan di timur ” ucapnya .
Setelah media ini menunggu hampir satu jam di tempat lokasi , Memang benar ada pengatur jalan ( klebet) yang mengatur jalan di bagian pengaspalan tapi belum ada pengatur jalan (Klebet ) di bagian bongkar material sedangkan untuk Rambu rambu di awal juga belum ada .(TIM)













Respon (1)