BOJONEGORO — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul KH. Muhammad Abu Na’im serta para sesepuh pendahulu Dusun Mojongudi, Desa Kalisari, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, berlangsung lancar, tertib dan penuh kekhidmatan.
Kegiatan yang digelar selepas salat Dhuhur tersebut diikuti oleh masyarakat dengan penuh antusias. Warga hadir untuk bersama-sama memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus mengenang jasa dan perjuangan KH. Muhammad Abu Na’im serta para sesepuh yang telah mendahului mereka.
Sejak kegiatan dimulai, suasana di lokasi acara tampak penuh nuansa religius. Para jamaah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan khusyuk. Salah satu rangkaian yang menjadi bagian penting dalam acara tersebut adalah sholawat Bil Qiyam, yang diikuti bersama oleh para jamaah.
Lantunan sholawat yang menggema menambah suasana semakin syahdu. Para jamaah berdiri bersama dalam rangkaian Bil Qiyam sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah, yang memberikan pesan-pesan keagamaan dan keteladanan kepada seluruh jamaah yang hadir.
Peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali mengingat perjuangan serta akhlak Nabi Muhammad SAW. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam keluarga.
Sementara itu, pelaksanaan haul KH. Muhammad Abu Na’im dan para sesepuh pendahulu Dusun Mojongudi menjadi bentuk penghormatan masyarakat terhadap jasa para ulama dan tokoh terdahulu. Perjuangan dan pengabdian mereka diharapkan tetap dikenang serta menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Kalisari, A. Chotibul Umam, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Maulid Nabi dan haul tersebut.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini memiliki nilai yang sangat penting dalam menjaga tradisi, mempererat tali silaturahmi serta membangun kebersamaan masyarakat.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilestarikan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Kalisari. Terlebih, keberadaan para kyai, ulama dan takmir masjid dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan keagamaan serta tradisi masyarakat.
Dalam sambutannya, A. Chotibul Umam juga menegaskan bahwa Pemerintah Desa Kalisari senantiasa takdhim kepada para kyai. Pemerintah desa, kata dia, selalu berusaha menghormati dan melibatkan para tokoh agama dalam berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.
“Pemerintah desa selalu takdhim kepada kyai. Kami sangat bangga dengan adanya kegiatan seperti ini. Tradisi dan kegiatan keagamaan seperti ini harus terus dijaga dan dilestarikan,” ungkapnya dalam sambutan.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam menentukan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan tradisi maupun kegiatan yang menyangkut kepentingan bersama, pemerintah desa selalu mengedepankan musyawarah.
“Untuk setiap kebijakan yang menyangkut tradisi dan acara bersama, kami selalu mengutamakan musyawarah dengan para kyai dan semua takmir masjid yang berada di Desa Kalisari,” lanjutnya.
Menurutnya, musyawarah dengan para kyai dan takmir masjid merupakan salah satu bentuk penghormatan sekaligus upaya pemerintah desa agar setiap kebijakan yang diambil dapat diterima dan berjalan sejalan dengan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.
Jaga Tradisi dan Kebersamaan
Lebih lanjut, A. Chotibul Umam berharap hubungan antara pemerintah desa, ulama, takmir masjid dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga kondusivitas desa sekaligus mempertahankan tradisi keagamaan yang telah diwariskan oleh para sesepuh.
Peringatan Maulid Nabi dan haul juga menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan. Warga dari berbagai kalangan dapat berkumpul, bersholawat, berdoa d













