TOMOHON – Kegiatan pembukaan Latihan Kader Bela Negara bagi ASN, buruh dan pekerja swasta Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan di Dodik Bela Negara Rindam XIII/Merdeka, Tomohon, Sulawesi Utara, pada Selasa (29/9/2026).
Kegiatan yang digelar tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (29/9/2026) hingga Kamis (1/10/2026).
Sebanyak 310 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 210 pria dan 100 wanita. Para peserta berasal dari sejumlah wilayah di Sulawesi Utara, yakni Kota Manado 60 orang, Kabupaten Minahasa Utara 30 orang, Kota Tomohon 100 orang, Kabupaten Minahasa 90 orang, dan Kabupaten Minahasa Tenggara 30 orang.
Dalam kegiatan pembukaan tersebut, Kepala Pusat Bela Negara Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, S.I.P., M.Han., menyampaikan sambutan Kabacadnas Kemhan Gabriel Lema, S.Sos.
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa kegiatan Latihan Kader Bela Negara merupakan bagian dari upaya membangun sikap mental dan karakter bangsa, sekaligus menanamkan kesadaran bela negara kepada warga negara dari berbagai latar belakang profesi.
Bela negara merupakan hak dan kewajiban seluruh komponen bangsa. Karena itu, implementasi nilai-nilai bela negara tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pertahanan maupun TNI, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh warga negara sesuai bidang dan profesinya.
“Kegiatan ini bukan menjadikan masyarakat menjadi militer. Ini bukan latihan militer. Kita melakukan sharing dan menyampaikan terkait bela negara agar masyarakat semakin sadar dan memahami bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Parluhutan.
Ia menjelaskan, melalui latihan tersebut peserta diharapkan mampu memahami serta mengaktualisasikan nilai dasar bela negara dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah mengikuti pelatihan, para peserta juga akan memperoleh sertifikat dan diharapkan dapat menjadi kader atau duta bela negara di lingkungan masing-masing.
“Harapannya mereka menjadi fasilitator di tempat masing-masing. Jadi, setelah selesai kegiatan ini bukan berarti semuanya berakhir. Mereka dapat menindaklanjuti dan bersinergi dengan pemerintah daerah, BUMN maupun unsur lainnya untuk menyelenggarakan kegiatan serupa sehingga pesan-pesan tentang bela negara dapat menyebar luas di masyarakat,” jelasnya.
Hadapi Tantangan Bela Negara di Era Digital
Dalam sambutan tersebut juga disampaikan bahwa implementasi nilai dasar bela negara semakin penting di tengah perkembangan geostrategis, geopolitik dan dinamika ancaman yang semakin kompleks dan multidimensi.
Ancaman terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa tidak hanya berbentuk ancaman konvensional atau militer maupun nonmiliter. Perkembangan teknologi juga menghadirkan bentuk ancaman hibrida yang dapat memengaruhi hati dan pikiran manusia.
Salah satu bentuk ancaman yang menjadi perhatian adalah perang kognitif (cognitive warfare), yang dapat memengaruhi pola pikir, persepsi dan perilaku masyarakat melalui berbagai sarana, termasuk arus informasi digital.
Penyebaran disinformasi, informasi yang menyesatkan maupun video yang dipotong tanpa konteks menjadi tantangan yang perlu dihadapi melalui peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat.
Karena itu, kualitas sumber daya manusia tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga oleh kuatnya kesadaran bela negara.
Lima Sasaran Latihan Kader Bela Negara
Melalui kegiatan ini, Kementerian Pertahanan berharap beberapa sasaran dapat diwujudkan, di antaranya tertanamnya nilai dasar bela negara dalam diri peserta, berperan aktif menyosialisasikan nilai dasar bela negara, serta mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, peserta diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara sesuai kompetensi serta profesi masing-masing dan menjadi agen perubahan atau role model dalam mengaktualisasikan serta menyebarluaskan nilai dasar bela negara kepada masyarakat.
Adapun materi latihan meliputi wawasan kebangsaan, sejarah, kesadaran berbangsa dan bernegara, nilai-nilai Pancasila, serta kegiatan yang membangun kerja sama dan kekompakan antarpeserta.
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari berbagai unsur, di antaranya Pangdam XIII/Merdeka, Rindam XIII/Merdeka, Pemerintah Kota Tomohon, Forkopimda kota tomohon dan DPRD Kota Tomohon. (***)









