BOJONEGORO, – Persaingan sengit, menjelang Turnamen Domino Piala Panglima TNI mulai memanas di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.
Menyambut ajang nasional dalam rangka HUT ke-81 TNI tersebut, Kodim 0813 Bojonegoro bersama Federasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Bojonegoro menggelar technical meeting di Gedung Ahmad Yani Makodim setempat, Rabu (23/9/2026).
Atmosphere kompetisi langsung terasa usai gelaran rapat teknis ini rampung. Sebanyak 64 tim peserta mulai unjuk strategi, dan mengasah ketajaman otak lewat sesi latihan mandiri di lokasi.
Salah satu peserta dari tim Nogo Ijo Kodim 0813 Bojonegoro, Kiswanto, mengaku sengaja memanfaatkan sesi ini untuk beradaptasi dengan regulasi resmi.
“Kita ingin mencoba berlatih sebelum tanding dengan menerapkan aturan-aturan dari ORADO. Salah satunya penggunaan kartu batu, itu hal yang baru bagi kami,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Rino Nur Hakim, perwakilan dari tim Sendang 5 dari Kecamatan Dander. Selain untuk mematangkan persiapan teknis, ajang ini jadi momentum untuk mempererat keakraban antarpeserta.
“Hari ini kita hadir bergabung dalam technical meeting, sekaligus latihan mandiri sebelum ikut turnamen. Hal ini juga untuk bersilaturahmi dengan peserta yang lain,” ungkap Rino.
Turnamen yang akan dibuka resmi secara serentak pada 27 September 2026 ini mengacu penuh pada standar nasional.
Berdasarkan laman resmi ORADO, organisasi ini merupakan wadah resmi keolahragaan domino tunggal di Indonesia yang bermitra dengan pemerintah, bersifat nirlaba, serta bebas dari afiliasi politik.
Dengan penggunaan standar profesional dari ORADO, ajang Piala Panglima TNI di Bojonegoro ini diharapkan tak sekadar menjadi ajang adu gengsi, tetapi juga mencetak atlet domino berprestasi dari daerah.













